![]() |
| MUSYAWARAH: Kades Sepapan dan para Kadus di Desa Sepapan, dengan dipandu Kasi PMD Kecamatan Jerowaru, melakukan musyawarah sebelum dilaksanakan Musrenbangdes untuk program kerja desa tahun 2017 (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK) |
SELONG—Pemerintah Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru,
Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Rabu kemarin (5/10), menggelar
musyawarah desa yang bertempat di kantor desa setempat. Kegiatan
dihadiri Kasi PMD Kecamatan Jerowaru, dan seluruh Kepala Dusun (Kadus)
di Desa Sepapan, membahas berbagai persiapan sebelum dilakukan
Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes), untuk program
pembangunan desa tahun 2017 mendatang.
Kasi PMD Kecamatan Jerowaru, Lalu Jufri Ihksan, mengatakan kegiatan yang
dihadiri oleh tujuh Kadus di Desa Sepapan ini dalam rangka menyusun
Rencana Pemerinta Desa pada tahun 2017 mendatang. ”Adanya rencana ini,
pemerintah desa diharapkan bisa menyelesaikan program-program sesuai
dengan yang diinginkan,” jelasnya.
Dalam rencana kegiatan desa itu dititik beratkan pada kegiatan tahun
2017. Dimana jumlah anggaran ke masing-masing desa kisaran dananya
sebesar Rp 600 juta, hingga Rp 700 juta. Sementara di Kecamatan Jerowaru
sendiri saat ini masih bermasalah dengan penataan lingkungan, seperti
jalan, dan pembangunan irigasi yang hingga kini belum bisa dilaksanakan
dimasing-masing desa. “Disini kan banyak desa baru, yang sampai sekarang
masih melakukan pembangunan di dusunnya,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Desa Sepapan, Hayadi mengatakan, disamping pihaknya
sedang melakukan pembangunan terhadap dusun-dusun di Desa Sepapan, yang
menjadi perhatian khusus pihaknya saat ini adalah masih banyaknya rumah
kumuh. ”Banyak masyarakat saya yang butuh bantuan rumah kumuh, kurang
lebih ada sekitar 90-an kepala keluarga,” jelasnya.
Karena itu, ADD yang akan keluar pada tahap dua ini rencananya akan
digunakan untuk membantu rehab rumah kumuh, dengan jumlah masing-masing
KK mendapat bantuan sebesar Rp 6.700.000. “Bantuan ini akan kita kasih
ke masyarakat yang mau berswadaya. Artinya, kita berikan dia material,
kemudian masyarakat sendiri yang membayar upah tukangnya,” pungkas
Kades. (cr-wan)

Posting Komentar